Thursday, July 10, 2008

Mutiara dan Marjan di Indonesia

Dia membiarkan dua laut mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dari keduanya keluar mutiara dan marjan. (QS Al-Rahman: 19-22)

Subhanallah, saya saat ini terkagum dengan potongan ayat di Al-Quran ini walaupun banyak ayat yang sangat mengagumkan. Kajian tentang ayat ini saya baca di buku "Al-Quran dan Lautan" karya Agus S. Djamil. Saya mencoba meringkas penjelasan tentang ayat ini yang muncul di banyak halaman (119-130, 300-304).

Di buku itu disebutkan bahwa batas pertemuan antara dua laut memiliki dua pemahaman yaitu dapat berupa batas vertikal dan juga batas horizontal. Pemahaman mengenai batas vertikal yaitu memisahkan dua tubuh air yang berdampingan seperti terusan suez sebagai pembatas Laut Merah dan Lautan Mediterania. Yang menjadi perhatian saya adalah pemahaman kedua mengenai pertemuan dua laut yang dapat berarti berupa batas yang membujur secara horizontal atau membatasi laut bagian atas dan bawah. Muhammad Ibrahim Al-Sumaih, guru besar pada fakultas sains jurusan Ilmu Kelautan Universitas Qatar pada penelitiannya di Teluk Persia dan Teluk Oman (1984-1988), seperti dikutip oleh Dr. Quraish Shihab dalam buku yang sama, menemukan batas yang melintang ini pada kawasan di antara dua teluk tersebut terdapat pemisahan antara air laut bagian atas yang berasal dari Teluk Oman dan air laut bagian bawah yang berasa dari Teluk Persia.

Dia membiarkan dua laut mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.

Batas ini bisa berarti membatasi laut bagian atas yang mempunyai suhu hangat dan laut bagian bawah yang mempunyai suhu rendah. Laut bagian atas yang dapat mempunyai salinitas rendah sedangkan laut bawah memiliki salinitas tinggi. Atau lapisan laut bagian atas yang bergerak ke barat dengan lapisan bawah bergerak ke timur. Atau kondisi apa saja yang membatasi antara laut bagian atas dan laut bagian bawah yang mempunyai sifat fisika dan kimia yang berbeda.

Batas dua laut yang bertemu namut tidak saling bercampur ini begitu nyata dan batas tersebut terbukti pula membawa keuntungan pada banyak umat manusia. Banyak banget manfaat tapi yang saya ceritakan spesifik pada suatu hal. Nah dari sinilah saya terkagum-kagum karena ayat ini bisa disesuaikan dengan sebuah konsep yang saya tahu mengenai energi laut.

Perbedaan temperatur antara air dingin di bawah dan air panas di permukaan dapat dipakai untuk menghasilkan energi. Energi tersebut berupa tenaga listrik, air tawar, air conditioning, aquaculture, hingga blue energy yang cukup fenomenal yaitu hidrogen. Salah satu pemanfaatan energi dari lapisan laut tersebut dikenal dengan OTEC, Ocean Thermal Energy Conversion. OTEC diakui sangat layak dan cocok untuk dikembangkan di kawasan laut tropis seperti kepulauan Indonesia. Di indonesia, dengan kedalaman laut lebih dari 1000 meter, terdapat 16 lokasi yang mempunyai potensi untuk pemanfaatan OTEC.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.

Bukankah ini karunia Allah SWT. untuk Indonesia dan akan sangat merugi bila karunia tersebut dibiarkan begitu saja. Sekarang, bagaimana caranya kita dapat bersyukur dengan cara memanfaatkan kekayaan alam tersebut untuk kesejahteraan umat. Dan untuk memperoleh 'mutiara' dan 'marjan' apa yang bisa kita lakukan???

Sumber lain: Potensi dan Teknologi Energi Samudra

                            

Tuesday, May 27, 2008

Selamatkan Nilai-nilai Luhur Bangsa dari Bahaya Pornografi

Dikutip dari sini

Kepada yth,
Ir. Jero Wacik
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
Republik Indonesia
Di Jl. Merdeka Barat No. 16
Jakarta Pusat

Dengan hormat,

Manisnya apel demokrasi, buah dari reformasi yang sejak sepuluh tahun tahun lalu digulirkan, menimbulkan berbagai macam ekses di masyarakat, baik yang negatif maupun yang positif. Kekhawatiran banyak orang pasca lengsernya presiden Suharto tahun 1998 terhadap kebebasan informasi yang tampil dengan berbagai wajahnya juga terbukti sudah. Dalam masyarakat, euforia reformasi ini ditandai dengan ditabuhnya genderang liberalisasi media; bahwa kebebasan menjadi benar-benar tak terbatas, dan seketika itu juga terdapat penyelinap yang memanfaatkan kesempatan. Dialah ideologi kapitalisme yang berdiri kokoh menyokong industri pornografi yang dengan segala kelicikannya mengemas dengan berbagai label yang memukau, memakai topeng, dengan media sebagai tunggangan. Dengan keuntungan sekitar 7 milyar USD pertahun, mereka dengan sigap akan membelit dengan ganasnya laksana gurita raksasa. Tentakelnya antara lain, media cetak, televisi, internet, handphone, film layar lebar di bioskop maupun yang dicetak di dalam kepingan VCD/DVD.

Saat ini, dalam industri hiburan di Indonesia, film menjadi salah satu primadona masyarakat. Sederhana saja, karena film memiliki kekuatan komunikasi visual, yang secara alami merupakan media penyampai pesan yang luar biasa kuat terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam film bersangkutan. Sejatinya, film-film tersebut (terutama film Indonesia) haruslah menyampaikan pesan nilai-nilai positif dalam membangun kehidupan masyarakat demi tercapainya peradaban manusia yang lebih tinggi. Nilai-nilai luhur bangsa, prinsip dan filosofi hidup dalam masyarakat yang beradab haruslah menjadi referensi utama dalam setiap pembuatan film. Tidak hanya itu, film juga kemudian harus menjadi sarana edukasi bagi setiap penontonnya. Sehingga, dapat dipastikan, setiap hal yang di-‘kampanye’kan dalam film, akan masuk kedalam memori penonton dan menjadi dasar dalam pembentukan perilaku masyarakat yang menontonnya.

Kami, pemuda mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Selamatkan Bangsa (APSB) menilai bahwa, saat ini beberapa film Indonesia telah jelas menunjukkan penyimpangan yang mendasar dari esensi koridor umum pembuatan film yang seharusnya melandaskan pada nilai-nilai luhur bangsa. Sebut saja beberapa film seperti Buruan Cium Gue ( BCG ), Virgin, Arisan, Quicky Express, ML (Mau Lagi) dan lain sebagainya. Film yang terakhir disebut, dalam trailernya, secara eksplisit menunjukkan potongan-potongan adegan hubungan seksual yang dapat menimbulkan ekses negatif bagi penontonnya. Film yang dalam waktu dekat ini akan launching di seluruh Indonesia benar-benar menjadi puncak kegeraman kami dan memberikan sebuah penegasan yang menyakitkan; bahwa penyakit pornografi dan pornoaksi secara jelas-jelas berlindung dibalik industri film yang mengatasnamakan seni.

Film ML adalah satu diantara sekian contoh banyak film Indonesia saat ini yang telah kehilangan orientasinya dalam membangun bangsa yang bermartabat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dalam masyarakat. Dalam hal ini, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata seharusnya bertanggungjawab penuh terhadap insiden memalukan keluarnya film-film yang mencoreng citra bangsa Indonesia sebagai bangsa timur yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kehidupan manusia dan berpartisipasi dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan dalam  masyarakat. Untuk itu, kami dari Aliansi Pemuda Selamatkan Bangsa menuntut dengan tegas:

  1. Meminta pemerintah khususnya Menteri Kebudayaan dan      Pariwisata untuk mencabut izin penayangan film ML (Mau Lagi) yang rencananya di      launching pada tanggal 15 Mei 2008
  2. Menindak      tegas pihak Produsen, Production House, Sutradara, Artis, dan para sineas yang telibat aksi pornografi dalam produksi film-film sejenis (dengan tema utama seksualitas)
  3. Meminta pemerintah untuk lebih tegas dan kritis terhadap media dan mengarahkan pelaku perfilman dan periklanan untuk kembali merujuk kepada nilai-nilai luhur bangsa
  4.  Menuntut kepada Lembaga Sensor Film Indonesia untuk bekerja sesuai dengan pedoman penyensoran yang diamanahkan Undang-Undang 

 

Demikian tuntutan kami sampaikan untuk diperhatikan dan dilaksanakan dengan penuh komitmen dan keseriusan pemerintah. Selanjutnya, kami dari Aliansi Pemuda Selamatkan Bangsa akan bergerak di semua daerah-daerah di Indonesia untuk mengkampanyekan penolakan penayangan film tersebut. Kami juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan bangsa untuk menghindari dan menyatakan perang terhadap pornografi dan pornoaksi yang berada di sekeliling kita.

Salam perjuangan!!!

 

 

Aliansi Pemuda Selamatkan Bangsa

[Amorno (Aliansi Masyarakat Anti Porno), FIM (Forum Indonesia Muda), ASA Indonesia (Aliansi Selamatkan Anak Indonesia), LMPI (Lembaga Manajemen Pendidikan Indonesia), Gerakan JBDK (Jangan Bugil Depan Kamera), KIP3, Djakarta Public Society, IMM Jawa Barat (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), YKBH (Yayasan Kita dan Buah Hati), FSLDK Nasional (Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus), PPSDMS Bandung, MTP (Masyarakat Tolak Pornografi), HMI ITB, Kabinet KM-ITB, BEM UI, HATI ITB (Harmoni Amal Titian Ilmu), KAMMI ITB, PMK ITB (Persatuan Mahasiswa Kristen), KMK ITB (Keluarga Mahasiswa Kristen), KMH ITB, KMB ITB (Keluarga Mahasiswa Budha), Gamais ITB (Keluarga Mahasiswa Islam), Liga Film Mahasiswa ITB, Aliansi BEM Se-Bogor Raya, Indication (Institute For Democracy and Civic Education), KARISMA Salman, Dewan Tani Indonesia, Yayasan Bina Anak Pertiwi]

Wednesday, December 26, 2007

Moga bunda disayang Allah

Kalau ditanyakan anugrah terbesar yang kumiliki maka akan kujawab memiliki kedua orang tua utuh seperti saat ini khususnya ibu yang hebat seperti beliau

Kalau ditanyakan kenikmatan terbesar yang kurasakan selama ini maka akan kujawab bagaimana aku dibesarkan dari tangan seorang ibu seperti ibuku

Kalau ditanyakan siapa wanita, pahlawan, dokter, dan guru paling berjasa di hidupku maka aku akan menjawab pertama yaitu ibuku

Kalau ditanyakan siapa orang pertama yang ingin kamu bahagiakan di dunia ini maka aku pun akan menjawab ibuku

Waktu kecil, kalau ditanyakan siapa orang paling hebat sempurna di mataku maka aku hanya punya satu jawabannya yaitu ibuku

 

Teringat masa ketika aku duduk di bangku sekolah dasar. Saat kelas 5 SD aku memperoleh pekerjaan rumah diminta untuk menceritakan siapa idolaku. Pulang sekolah, segera kukerjakan pekerjaan rumah itu, yah aku begitu excited untuk mengerjakannya. Sejak dulu saat aku telah hapal banyak tokoh-tokoh dunia bahkan menteri-menteri dari buku pintar maupun artis-artis di TV, bagiku tokoh idolaku selalu dari dulu adalah Ibuku. Dalam pikiranku sudah beribu alasan yang ingin kutuliskan di bukuku untuk menceritakan bahwa ibuku adalah seorang idola yang tidak kalah dari tokoh-tokoh tersebut bahkan bagiku ibukulah yang terhebat.

Toko idolaku adalah Ibuku, Caya Khairani. Beliau adalah seorang pegawai negeri yang mendedikasikan hidupnya menjadi ibu rumah tangga yang sangat ulet. Beliau adalah wanita minang yang soleh dan patuh. Kepatuhan terhadap agama kupelajari dari beliau. Bagaimana kami anaknya sekarang bisa berhasil dalam setiap hal adalah hasil dari doa-doa di salat malamnya. Beliau adalah wanita yang cerdas, pintar masak bahkan di keluarga ayahku masakan ibuku terkenal paling enak. Beliau juga wanita yang cukup sensitif ketika menonton suatu suatu pemandangan yang menyedihkan tentang kemanusiaan di televisi terkadang beliau tidak bisa menahan air matanya walaupun ketika kami sedang nonton bersamanya. Atas segala kelebihan dan kekurangannya, beliau adalah wanita yang sempurna di mataku.

Bagiku ibuku adalah wanita yang serba bisa. Segalanya beliau bisa lakukan untukku. Alasan utama yang membuatku sangat kagum kepada beliau yaitu bagaimana dia bisa berperan optimal sebagai ibu rumah tangga, guruku di rumah, istri yang saleh, sekaligus bekerja di kantor. Di rumah beliau benar-benar adalah seorang ibu tapi di sisi lain beliau memberikan contoh bagaimana bisa bekerja di luar rumah tanpa meninggalkan profesi utamanya. Walaupun beliau bekerja namun aku tidak pernah sama sekali merasa kehilangan fungsi beliau sebagai ibu rumah tangga. Oleh karena itu, aku sangat mendukung beliau atas pekerjaannya. Bahkan bila beliau dikirim keluar kota dan harus meninggalkan kami adalah kebahagiaan bagi aku karena selalu setelah pulang dari luar kota beliau pasti membawakan banyak oleh-oleh untukku dan adikku.

Bagaimana beliau berperan sebagai ibu rumah tangga kurasakan sejak pagi hingga malam kutidur. Sama sekali tidak ada kekurangan dalam peran yang dia lakukan. Pagi hari beliau selalu bangun lebih dulu untuk mempersiapkan makan pagi untuk keluarganya dan kemudian membangunkan anak-anaknya. Terkadang karena aku malas bangun, harum masakannya justru yang bisa membangunkanku. Yah, beliau sangat pintar memasak terlebih memasak makanan kesukaan keluarganya. Masakan kesukaanku pun selalu menjadi menu andalan makan pagi kami. Masakan pagi yang dimasak oleh beliau adalah suntikan energi terbesar bagi kami sekeluarga untuk beraktivitas sehari. Oleh karena itu, baginya memasak makan pagi haruslah spesial bukan memasak makan sisa semalam tapi bener-bener masak sayur baru, lauk baru. Bagiku pun akhirnya makan pagi adalah makanan yang selalu kutunggu-tunggu. Di siang hari karena jam pulang kantor biasanya jam 2 maka terkadang bukan beliau yang masak, biasanya orang rumah yang masak lauk yang sudah dibumbui oleh ibuku.

Bagiku kedatangan orang tuaku dari kantor adalah saat-saat menyenangkan terlebih ibuku karena mereka terkadang suka membawakan sesuatu untuk kami. Waktu kecil pun menunggu kedatangan ibu dari kantor adalah saat ketika aku ingin bertanya tentang pekerjaan rumahku. Aku selalu mengingat suatu momen yang berhubungan dengan kebiasaan itu dan paling mempengaruhi hidupku. Suatu hari ketika aku duduk di kelas 4 SD dan memperoleh nilai jelek dalam ulangan matematikaku, saat itu matematika bukanlah pelajaran yang sangat kusukai dan juga tidak kubenci. Yang kusadari adalah ibuku adalah guru matematika bagiku dan bila aku tidak tahu maka aku tinggal bertanya kepadanya. Siang itu ketika beliau sampai di rumah, segera kuceritakan tentang hasil ujianku dan bagaimana itu akan mempengaruhi keseluruhan nilaiku (yah itu bisa mempengaruhi rankingku tentunya yang kebetulan biasanya menjadi yang terbaik). Aku meminta diajarkan kembali isi ujianku agar tidak mengulangi lagi. Hal yang paling kuingat setelah ibuku mengajarkanku beliau bercerita kenapa waktu kecil beliau suka dengan matematika karena “matematika justru pelajaran yang mudah karena setiap pertanyaan pasti memiliki hasil yang pasti, kita tidak perlu bingung untuk memikirkan jawabannya, kita hanya perlu berhitung untuk itu” yah kalimat itu masih selalu membekas hingga ketika SMA aku pernah diwawancara oleh suatu harian kota Makassar tentang prestasiku di bidang itu dan aku pun menceritakan tentang pengalaman kecil yang sangat mempengaruhiku itu. Namun, sebenarnya pengalaman ibuku itu tidak hanya mempengaruhiku atas kesukaan terhadap matematika namun juga sempat membuatku tidak tertarik dengan bahasa indonesia. Tanya kenapa? Karena kalimat ibuku tidak berhenti disitu saja, lanjutannya “jadi kalau mau tanya tentang matematika ke mama saja, tapi kalau bahasa Indonesia jangan tanya mama karena berbeda dengan matematika, jawabannya tidak pasti dan mama kurang tahu tentang itu”. Wuaaa kalimat itu cukup sukses mengarahkan ketidaksukaanku pada bahasa Indonesia tapi untungnya aku memiliki teman-teman SMP yang suka membaca buku-buku dari sastra (kahlil gibran), novel, sampai komik. Yah itu cukup mempengaruhiku.

Kembali ke ibuku, pulang kantor adalah waktu istirahat yang dihabiskan bersama keluarganya. Kadang beliau mengajakku untuk tidur siang bersama. Saat-saat itulah ketika beliau bercerita tentang kebiasanku dan adikku waktu kecil misalnya ketika aku tidak mau tidur siang tapi akhirnya bisa karena dielus-elus oleh ibuku. Atau terkadang, saat-saat itu dihabiskan untuk bercanda bersama di tempat tidur (yah itu masa-masa SD-SMP sebelum sore hariku diisi dengan kesibukan les). Sore hari adalah waktu untuk memasak makan malam bagi beliau. Pada saat bulan puasa, momen memasak makanan buka puasa adalah yang paling kutunggu-tunggu. Biasanya aku suka minta dimasakan makanan tertentu terus dengan niat ingin membantu tapi waktu kecil sayangnya biasanya ditengah-tengah aku malah bermain ke sebelah rumah dan ketika aku kembali semua sudah jadi. Perfect!!! Terkadang aku bingung ingin membantu karena biasanya ada orang lain yang membantu ibu.

Puasa kemarin berbeda dari yang sebelumnya karena seingatku sangat jarang tidak ada orang yang membantu ibuku mengurus rumah baik itu pembantu atau tante yang tinggal di rumah. Padahal dapur rumahku harus menghasilkan masakan berbuka puasa untuk orang rumah plus pekerja di swalayan dekat rumahku (porsi besar). Kebetulan sebulan terakhir sebelum puasa kemarin, mbak yang biasa membantu ibuku akhirnya berhenti bekerja karena harus menikah dan akhirnya ibuku sendiri yang memasak. Bayangkan makanan yang harus dimasak dalam porsi yang besar dan itu dikerjakan oleh ibuku. Seperti biasa setiap sore di bulan ramadhan adalah waktuku untuk menemani ibuku di dapur tapi bedanya kemarin hanya kami berdua walaupun terkadang bila nenekku menginap di rumah beliau juga ikut membantu. Nah tapi ada atau tidak adanya aku di dapur kadang menurutku tidak berpengaruh besar. Dibantu orang atau tidak, ibuku sebenarnya bisa menyelesaikannya sendiri, Amazing... Entah kenapa ketika melihat ibuku memasak, kelihatannya memasak berbagai jenis dengan ukuran yang banyak bukan pekerjaan yang sulit baginya (mungkin karena terbiasa). Tidak pernah ada keriwehan ataupun keluhan yang keluar dari mulutnya. Padahal secara pribadi aku kagum pekerjaan dapur itu bisa beres dalam sekejap. Yah,,, itulah keahlian ibuku, ketika beliau di dapur, aku melihat tipe pekerja kerasnya. Wuih, makanya jangan heran karena tidak pernah melihat ibuku kesulitan dalam memasak, bagiku pun memasak bukan hal yang sulit *hahaha pdhl itukan ibuku :D *. Yah, secara teori, menurutku memang setiap orang pasti bisa memasak, tergantung bagaimana dia membiasakannya.

Malam hari adalah waktu buat ibuku untuk mengajak adikku belajar. Kebetulan minat belajar adikku mesti diarahkan dulu. Waktu masih kecil, setelah makan malam pun biasanya adalah waktuku untuk tidur di pangkuan ibuku. Yah, waktu kecil keliatannya aku cukup manja *tidak banyak berubah sih saat dewasa :p *. Yang paling berkesan adalah ketika aku harus begadang menyelesaikan tugas rumahku, ibuku pasti menemaniku. Bahkan ketika aku bandel menonton sampai malam, biasanya ibuku selalu terbangun dan memintaku segera tidur.

Hubungan dengan ibuku tidak selamanya berjalan baik. Aku pun pernah mengalami masa-masa masuk usia remaja dimana sulit untuk nyambung dengan beliau. Masa adaptasi ketika tidak terbiasa tinggal dengan orang tua. Tapi itulah beliau, doa, kesabaran, dan pengorbanannya bisa mengalahkan segalanya. Masa transisi itu bisa kulewati sehingga sekarang aku pun berusaha selalu menjadi anak baik baginya dan bisa dengan mudah bercerita banyak dengannya. Yah, sepesat apapun perkembangan diriku, sejauh apapun jarak yang memisahkan kami, beliau selalu sabar untuk berperan menjadi ibu bagiku.

Hal yang selalu aku ingat dari ibuku adalah ketika aku sakit, beliau selalu ada di sampingku. Herannya, hal ini masih selalu terjadi hingga saat ketika aku harus berpisah dengannya. Hal yang paling aku suka yaitu bila anak-anaknya demam maka ibuku selalu mendekatkan tubuhnya pada kami dan berharap demam anaknya akan pindah kepadanya. Ketika anaknya sakit apapun akan beliau lakukan agar kami sembuh, dari memasakkan makanan yang kami inginkan atau bahkan harus bolos kerja untuk menemani kami. Bahkan ketika SMA, ketika aku masuk rumah sakit, ibuku langsung terbang dari palu-makassar. Ah, makanya terkadang sangat tidak enak rasanya ketika sakit karena aku pasti merepotkan ibuku. Karena pasti beliau akan mengorbankan pekerjaannya untuk merawatku. Anehnya ketika kuliah, kebetulan hampir di saat aku sakit (termasuk ketika setahun yang lalu aku masuk rumah sakit) selalu ketika ibuku sedang berada di Bogor untuk urusan pekerjaan sehingga terkadang dengan mudah beliau bisa segera datang menemuiku. Banyak kemudahan yang selalu dihadapi oleh ibuku untuk bisa merawat anaknya. Yah beliau adalah pahlawan yang selalu menyelamatkanku. Bahkan di ulang tahunku barusan. Andaikan ibuku tidak datang di malam tanggal 14 november pasti demamku yang tinggi tidak akan turun saat hari ulang tahunku. She always knows how to treat me when I’m sick more than doctor can do to me. Oleh karena itu, sejak kecil di mataku pun beliau adalah dokter. Bahkan pernah kupikir beliau pernah belajar tentang kesehatan waktu kuliah karena pengetahuan beliau yang luas tentang kesehatan. Yah beliau memang pintar dan serba tahu.

Yah itulah ibuku seorang wanita salehah, istri yang patuh, ibu yang sangat sayang kepada anaknya dan pintar memasak, guru bagi anaknya, dan juga pegawai yang berpengaruh di kantornya. Yah keahliannya itu yang selalu kebanggakan dari beliau. Hal terpenting yang kunikmati selama 20 tahun usiaku yaitu pengorbanannya. Yah beliau juga yang memperlihatkan padaku arti pengorbanan. Beliau telah mengorbankan hidupnya selalu untuk anak dan suaminya.

Pengalaman beliau dalam menuntut pelajaran dari kecil hingga besar menginspirasiku. Bagaimana beliau harus berpisah dengan orang tua sejak SMA dan berhasil kuliah walaupun dari latar belakang keluarga yang pas-pasan membuatku sangat kagum pada ibuku. Bagaimana beliau begitu mandiri dalam hidupnya membuatnya begitu sempurna di mataku.

Kalau Hari ini adalah Hari Ibu, berbeda bagiku karena kemarin adalah hari ibu bagiku. Yah tepat tanggal 21 Desember adalah tanggal kelahiran ibuku. Tahun ini ibuku telah berusia 50 tahun. Rasanya sedih, membayangkan beliau telah setua itu namun aku belum memberikan apa-apa kepadanya. Yah, aku masih sangat menikmati segala perhatian yang diberikan olehnya. Ketika aku memberi ucapan selamat kepadanya, beliau pun membalasnya dengan kalimat yang membuatku terenyuh dan makin sayang kepadanya

“Terima kasih nak,,,,,, tidak terasa sdh 50 thn mama tapi jika melihat anak2 mama waktu 50thn tidak sia-sia. Semoga di sisa hdp mama ini msh bisa berbuat utk anak suami keluarga dan org lain. Amin”

Ya Rabb, jadikan aku anak yang Shaleh hanya dengan itu aku bisa membahagiankan Bundaku.

Selamat ulang tahun, Moga bunda disayang Allah,,,

Semua ibu adalah pejuang karena telah melahirkan dan membesarkan anak-anaknya tanpa keluhan

Semua ibu adalah legenda atas kemuliannya menghasilkan orang-orang hebat di dunia

Semua ibu hebat, karena mau mengorbankan kepentingannya dan mencurahkan hidupnya untuk merawat anak

Semua ibu cerdas, tak peduli sampai tingkat apa pendidikannya karena merawat, membesarkan, dan mendidik anak bukan pekerjaan yang mudah

Menjadi ibu berarti mengukir masa depan dunia. Untuk itu pekerjaan paling mulia adalah menjadi ibu. Maka untuk semua ibu, kupersembahkan rasa hormat dan cinta kepadamu

–Selamat hari Ibu, Moga bunda selalu disayang dan dijaga Allah-

Friday, December 21, 2007

Hati-hati dengan hati

Seorang muslim akan bahagia ketika ia dapat menjauhi keluhan, kesediahn, dan kerinduan. Demikian pula ketika ia dapat mengatasi keterasingan, keterputusasaan, dan keterpisahan yang dikeluhkan para penyair. Betapapun yang demikian itu adalah tanda kehampaan hati.

{Tidakkah kamu melihat orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Rabb-nya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya?}

(QS. Al-Jatsiyah: 23)

Nb: diangkat dari sebuah tulisan di buku La Tahzan

Sunday, November 04, 2007

PILKADA Sulsel

Ada yang nonton liputan 6 Pagi ini??
Klo ada yang menonton pasti tau kenapa liputan 6 pagi ini cukup spesial. Yah, hal ini disebabkan karena Bayu Sutiyono dan Nova Rini membawakan berita pagi SCTV ini di Makassar plus di salah satu tempat favorit saya yaitu pantai losari. Pada awalnya saya bingung kok tumben berita pagi ini dibawakan dari luar studio dan terlebih lagi di kota Makassar. Yah, ternyata saya baru ingat hari ini adalah PILKADA Sulsel. Hari senin ini, 5 November 07, penduduk sulsel yang berada di Makassar dan 22 kabupaten lain akan menggunakan hal pilihnya untuk pertama kali pada pemilihan langsung Gubernur dan Wakil gubernur Sulsel 2008-2013.

Pilkada Sulsel diikuti tiga pasang kandidat, yakni Amin Syam (Gubernur Sulsel saat ini)-Mansyur Ramly (Mantan rektor Universitas Muslim Indonesia, Makassar), Aziz Qahhar Mudzakkar (Anggota DPD Sulsel, Anak dari Kahar Mudzakkar, tokoh DI-TII Sulsel)-Mubyl Handaling, dan Syahrul Yasin Limpo (Wakil Gubernur Sulsel saat ini) - Agus Arifin Nu’mang (Ketua DPRD Sulsel). Pemenang pemilihan kepala daerah Sulawesi Selatan sangat susah untuk diprediksi. Tiga pasangan kandidat mempunyai basis suara yang kuat di daerah asal mereka masing-masing. Para pasangan juga didukung banyak partai politik. Tak heran mereka akan bersaing ketat. [dikutip dari sini]

Dari sudut pandang pribadi saya sebagai orang yang pernah tinggal di makassar menilai bahwa Amin-Mansyur (Asmara) dan Syahrul-Agus (Sayang) merupakan dua pasangan yang menjadi calon kuat di Pilkada ini. Amin-Mansyur merupakan pasangan yang diusung salah satunya oleh partai Golkar dimana Golkar merupakan sebuah partai yang masih memiliki basis kuat di Makassar sendiri. Trus, yang saya herankan kok latar belakang Mansyur Ramly yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Jusuf Kalla (lupa sebagai apa gitu) dibawa-bawa. Pengaruh keluarga ‘Kalla’ mungkin bisa menjual. Yah mungkin ini namanya politik

Syahrul-Agus juga merupakan pasangan yang berasal dari partai Golkar namun pada pilkada kali ini tentunya secara etis tidak bisa membawa nama besar Golkar. Namun, ada juga latar belakang lain sering disebutkan yaitu karena Syahrul Yasin Limpo merupakan satu-satunya calon Gubernur yang berasal dari suku/etnis Makassar dibandingkan kedua calon lain yang bersuka Bugis (nah ini suku Ayah saya ^_^). Melihat sejarahnya, para Gubernur Sulsel terdahulu semuanya berasal dari suku bugis dengan daerah yang bermacam-macam. Belum pernah ada gubernur yang berasal dari suku/etnis Makassar, padahal suku makassar cukup mendominasi suku Bugis sebagai penghuni wilaya Sulsel [dikutip dari sini]. Makanya sempat ada pihak berharap tampilnya figur Makassar sebagai sulsel-1. Yah,, yah,,, gak jauh beda ma issue keluarga tadi saya sendiri gemes aja dengan pihak yang membawa issue etnis dalam pemilihan Pilkada ini.

Propinsi dengan ibukota Makassar ini merupakan daerah yang memiliki potensi yang besar dan menjadi propinsi termaju di kawasan Indonesia Timur. Tak peduli apapun asal partai politik, organisasi kemasyarakatan, keluarganya, suku, asal daerah, tempat tinggal, usia tua maupun muda, pekerjaan, tingkat kemapanan hidup, dan tingkat pendidikannya, atau apa saja yang selama ini menjadi sekat kebersamaan, Semoga masyarakat sulawesi selatan memilih pemimpin yang dapat memajukan daerah tersebut, mengejar ketertinggalan pembangunan dari daerah lain, dan berkomitmen membantu pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, khususnya bagi saya yaitu dalam bidang pendidikan. Yang terpenting adalah pemimpin yang bersih ^_^.

Selamat memilih buat masyarakat Sulawesi Selatan, mengutip kata-kata Bayu Sutiyono (presenter favoritku ^_^) “semoga pesta demokrasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur langsung yang pertama di sulsel ini dapat berlangsung aman. Siapa pun yang terpilih dapat bersama-sama membangun Sulsel”.

Eniwei, yang menjadi pertanyaan gw pertama kali sebenarnya sejak sebulan lalu berada di kota Makassar dan mengenal para calon pertama kali dari media-media kampanyenya, gw bingung deh dari dulu tuh Makassar pemimpin daerah pasti dari kalangan itu-itu saja, maksudnya jarang muncul nama-nama baru. Apa daerah ini kekurangan pemimpin atau menjadi pemimpin harus memiliki latar belakang kuat? huehehe itu pandangan singkat aja, secara gw kurang peduli dengan peta perpolitikan di sulsel, males banget deh :P ,,, Jadi ingat waktu musyawarah besar Ikatan Alumni SMA ku (SMA Unggulan 17 Makassar), ada nyeletuk kali aja suatu saat salah satu dari kita akan menjadi pemimpin daerah ini maka kita harus dukung. Klo gw mah, gk melihat latar belakangnya mau satu almamater ma gw tapi gk qualified, ngapain dipilih huehehe, itupun kl gw memilih hihihihi. Jadi excited 10-15 tahun lagi mungkin dah masanya angkatan gw yang akan memimpin sulsel maupun Makassar. Who will be???